Onbashira dan Sapporo Festival

Onbashira dan Sapporo Festival

Onbashira dan Sapporo Festival – Jepang terhitung negara yang mempunyai banyak festival yang diadakan tiap tahunnya.

Bahkan juga di tiap musimnya mempunyai festival yang berbeda. Festival-festival di Jepang ini selalu dinanti dan didatangi oleh warga lokal atau beberapa pelancong asing.

Bukti Onbashira dan Sapporo Festival Unik dan Paling Beresiko di Jepang

Salah satunya festival di Jepang yang populer ialah festival Onbashira. Festival ini diadakan di kota Nagano, Jepang.

Baca Juga: Sarana Lapangan Terbang Tersembunyi

Festival ini didatangi oleh beberapa ribu orang tiap dirayakan, karena benar-benar unik dan acaranya cukup menegangkan.

Apa saja kekhasan dari festival ini? Berikut 5 bukti festival Onbashira yang perlu kamu tahu.

Dibikin untuk menghargai dewa

Menjadi adat di Jepang selalu untuk mengucapkan sukur atas kelestarian alam yang diberi Dewa. Festival Onbashira sebagai festival dalam keyakinan Shinto, yang dilaksanakan untuk memberikan penghormatan pada Dewa Angin, Dewa Air, dan Dewa Tanaman.

Festival Onbashira mempunyai tujuan untuk menukar pilar pada Kuil Suwa Taisha dengan pilar baru yang dibuat dari tangkai pohon besar. Ini dilaksanakan untuk wujud simbolis pembangunan kembali kuil dengan membangun pilar-pilar suci yang baru di kuil.

Pilar yang ditukar sejumlah 4 tiap kuilnya karena pilar itu dipandang seperti wujud pelindungan dan jembatan untuk beberapa dewa.

Diadakan tiap 6 tahun sekali Onbashira dan Sapporo Festival

Tidak seperti festival yang lain, Festival Onbashira diadakan tiap 6 tahun sekali, di tahun Monyet dan Harimau dalam zodiak China. Festival ini diselenggarakan di kota Suwa yang ada di Prefektur Nagano, Jepang.

Festival ini telah diselenggarakan lebih kurang sepanjang 1200 tahun. Dalam Festival Onbashira terhitung dalam tiga festival fantasi paling besar di Jepang. Festival ini diselenggarakan dalam jarak waktu lama karena sisi khusus dari festival ialah tangkai pohon besar, yang dalam menanti perkembangannya memakan waktu bertahun-tahun.

Festival ini akhir kali diselenggarakan di tahun 2016 dan akan kembali diadakan di tahun 2022 mencatatng.

Dirayakan dalam dua step yang lain

Festival Onbashira terdiri dari 2 sisi yang berjalan sepanjang 2 bulan. Dua sisi itu dikatakan sebagai Yamadashi dan Satobiki. Sepanjang 2 bulan festival berjalan, bakal ada acara pesta semarak di semua daerah Suwa.

Yamadashi sebagai step awalnya festival yang diawali di awal bulan April. Yamadashi bermakna “keluar dari gunung” atau “tiba dari gunung “.Di bagian ini, warga akan menebang 16 tangkai pohon. Tangkai – tangkai pohon itu mempunyai berat seputar 12 ton dengan panjang seputar 16 meter.

Sesudah proses penebangan, beberapa peserta festival akan bawa tangkai pohon lewat lereng terjal ke arah kuil. Di bagian ini orang – orang akan duduk di atas tangkai pohon dan turun melaju di lereng terjal itu.

Sesudah Yamadashi diteruskan pada step Satobiki, yang disebut pokok dari festival Onbashira. Step Sabotiki diselenggarakan satu bulan sesudah Yamadash, yakni di awal bulan Mei. Pada Sabotiki, tangkai pohon yang dibawa akan dibangun jadi pilar baru untuk tiap kuil Suwa Taisha.

Saat membangun pilar ini masyarakat di tempat akan menyanyikan lagu – lagu khusus. Disamping itu ada iring – iringan samurai dan tarian yang memakai topi tradisionil yang dibuat dari serangkaian bunga.

Onbashira dan Sapporo Festival  Mempunyai jalinan dengan teori Tionghoa

Teori Tionghoa mengenai lima komponen dan ide cabang bumi mempunyai dampak dalam pegelaran festival Onbashira. Ritus dalam festival Onbashira menggambarkan transisi komponen angkatan, yakni kayu hasilkan api, api hasilkan bumi, dan tanah hasilkan logam.

Kuil atas dalam festival Onbashira dibuat dari pohon – pohon dari gunung ke timur, yang mana terkait dengan teori China akan komponen kayu. Waktu festival Onbashira diadakan, yakni di tahun zodiak monyet dan harimau yang sebagai zodiak Tionghoa.

Disamping itu, waktu pendirian pilar yang dilaksanakan di siang hari dikatakan sebagai Jam Kuda dalam teori Tionghoa dilihat sebagai ide tiga kesatuan. Tiap pilar mempunyai tanda cabang yang sebagai wakil kelahiran, penguburan, dan pucuk.

Acaranya dapat mengonsumsi korban jiwa

Festival Onbashira mempunyai rekam jejak sebagai festival paling beresiko di Jepang. Ini karena pada festival ini berjalan cukup banyak orang yang alami cidera, bahkan juga berbuntut pada kematian.

Sama dalam step Yamadashi, yakni saat tangkai pohon dibawa melaju lewat lereng, beberapa orang yang jatuh serta terkena oleh tangkai pohon. Disamping itu, di saat pendirian tangkai menjadi pilar umum terjadi kecelakaan.

Dalam festival ini ada banyak kejadian fatal yang pernah terjadi. Seperti pada tahun 1992, 2 orang terbenam saat tangkai kayu diambil menyebrangi sungai. Di tahun 2010, dua pria wafat sesudah jatuh dari 10 mtr., saat tangkai kayu diangkat di halaman Kuil Agung Suwa. Pada kecelakaan yang serupa 2 orang yang lain terluka parah.

Menurut faksi pelaksana kecelakaan ini muncul karena kawat pemandu untuk menyokong tangkai pohon terlepas.

Itu bukti dari festival Onbashira, yang disebut festival unik tetapi juga beresiko di Jepang. Bagaimana, berminat untuk melihatnya langsung?

Bukti Festival Salju Sapporo di Jepang yang Harus Kamu Tahu

Jepang memang populer sebagai negara yang banyak melangsungkan festival tiap tahunnya. Festival di Jepang bermacam dan disamakan dengan musim yang ada. Diantaranya ialah Festival Salju Sapporo yang diselenggarakan di kota Sapporo, Hokkaido. Festival ini ialah festival tahunan yang banyak dinanti oleh masyarakat wisatawan dan lokal.

Saat sebelum berkunjung festival ini, sebaiknya untuk kamu untuk ketahui banyak hal mengenai Festival Salju Sapporo agar berlibur kamu lebih seru. Berikut 5 bukti mengenai Festival Salju Sapporo yang jangan kamu lewatkan.

  1. Festival musim dingin paling besar di Jepang

Festival Salju Sapporo ialah festival musim dingin yang paling besar di Jepang. Selain itu Festival ini diselenggarakan tiap awalnya Februari. Festival ini berisi pameran bermacam kreasi pahatan patung salju memiliki ukuran besar dan persaingan membuat patung yang dituruti oleh peserta dari semua dunia.

Tipe patung yang dibikin berlainan tiap tahunnya, dimulai dari topik film, orang populer, dan landmark setiap negara. Festival Salju Sapporo ini didatangi oleh lebih dari 2 juta orang tiap tahunnya.

  1. Pertama kalinya dibikin oleh siswa SMP dan SMA di Sapporo

Festival ini berawal saat beberapa kumpulan anak sekolah menengah Sapporo membuat enam patung salju di tengah-tengah taman Odori di tahun 1950. Semenjak waktu itu mulai beberapa pengunjung yang tiba untuk menyaksikan pameran patung salju, lakukan perang bola mengikut karnaval, dan salju. Kemudian nampaklah Festival Salju Sapporo yang tiap tahunnya diselenggarakan dan jadi salah satunya festival yang populer di dunia.

  1. Diselenggarakan di tiga lokasi yang berlainan

Festival Salju Sapporo ini diselenggarakan di tiga lokasi yang berlainan, dengan posisi khusus ada di taman Odori. Di taman Odori memperlihatkan patung salju dan es sama ukuran besar yang dapat capai tinggi 15 meter. Wujud patung ditampilkan bermacam, diantaranya bangunan populer di dunia.

Posisi ke-2 festival ini berada di Susukino. Berlainan dengan taman Odori, Susukino jadi posisi untuk memperlihatkan kreasi pahatan patung dari es bukan salju. Posisi ke-3 berada di Tsudome, yang memiliki jarak 10 km dari taman Odori. Di Tsudome berlainan dengan 2 posisi yang lain, karena di Tsudome lebih menunjukkan permainan salju. Di venue ini bakal ada seluncur salju raksasa, labirin salju, dan permainan golf salju. Jadi tentukan posisi seperti favorite kamu ya.

  1. Populer di dunia lewat Olimpiade Musim Dingin di Sapporo

Di tahun 1972 Olimpiade Musim Dingin diselenggarakan di Sapporo dengan topik “Selamat Tiba di Sapporo “.Ini bersamaan dengan diadakannya Festival Salju Sapporo yang ke-23. Dari sini festival ini jadi populer ke seluruh dunia, bahkan juga di tahun 1974 pengerjaan patung salju bekerja bersama dengan negara yang mempunyai jalinan kuat dengan Sapporo.

  1. Diperlengkapi dengan bermacam jenis makanan lokal

Disamping itu ada bir Sapporo dan ramain Sapporo yang harus kamu coba.

Itu bukti mengenai Festival Salju Sapporo yang perlu kamu kenali saat sebelum mengunjunginya. Maka telah ada gagasan berlibur ke Sapporo?